Sistem Monitoring Kualitas Air Boiler

Berikut akan kita bahas satu-persatu parameter kontrol yang perlu dimonitor untuk menjaga kualitas air boiler:

  1. pH
    pH menjadi satuan ukuran yang menunjukkan jumlah konsentrasi ion H+ di dalam air boiler. Nilai pH memiliki skala paling rendah 1 dan paling tinggi 14. Semakin rendah nilai pH maka semakin tinggi konsentrasi ion H+. Sedangkan semakin tinggi nilai pH, maka konsentrai ion OH- semakin dominan. Angka 7 menunjukkan keseimbangan jumlah ion H+ dan OH- sehingga air bersifat netral.

    Air boiler yang bersifat asam memiliki sifat yang sangat korosif, sedangkan jika bersifat terlalu basa akan menyebabkan caustic embrittlement. Nilai ideal pH air boiler disesuaikan dengan kapasitas tekanan boiler (sesuai dengan tabel di atas). Sehingga, memonitor nilai pH air boiler menjadi kewajiban demi menjaga keawetan boiler.

    20140108-122655 PM.jpg

    pH Meter Pada Laboratorium
    (Sumber)

    Mengukur tingkat keasaman air boiler dapat dilakukan dengan dua cara, yakni secara manual dan otomatis. Secara manual yakni operator mengambil sampel air boiler dan membawanya ke laboratorium untuk diukur nilai pH-nya. Untuk mendapatkan hasil akurat, air boiler perlu didinginkan hingga bertemperatur 25oC. Portable pH meter banyak dijual dipasaran dengan harga yang bervariasi. Sehingga jika Anda pemilik boiler kecil, wajib untuk mengontrol nilai pH air boiler demi menghindari korosi yang parah. (Produk terkait di Lazada.co.id)

    20140108-114859 PM.jpg

    pH Sensor Dengan Dua Elektroda Referensi
    (Sumber)

    Lain halnya dengan pengukuran pH pada boiler berkapasitas besar, karena biasanya boiler ini menggunakan air demineralisasi yang sudah bebas ion mineral. Dan justru karena konsentrasi ion yang rendah tersebut menyebabkan pengukuran pH memiliki beberapa kendala yaitu:

    • Air murni cenderung membuat sensor probe menjadi kurang sensitif.
    • Memunculkan gangguan elektris terhadap elektroda referensi.
    • Munculnya beban statis pada permukaan sensor sehingga menghasilkan sinyal buruk.

    Atas dasar di atas pengukuran pH air boiler berkapasitas besar membutuhkan sensor yang lebih kompleks. Sensor pH tersebut membutuhkan dua elektroda referensi untuk mendapatkan hasil yang optimum. Sistem ini akan kita bahas lebih jauh pada kesempatan selanjutnya.

  2. Dissolve Oxygen (DO)
    Jumlah oksigen yang terlarut di dalam air boiler juga wajib dimonitor, karena oksigen tersebut sangat berpotensi menimbulkan korosi jenis oxygen pitting (Baca artikel berikut). Jika jumlah oksigen terlarut terlalu besar, maka berbagai metode yang telah kita bahas pada artikel lalu untuk mengontrol jumlah tersebut dapat kita pergunakan.

    20140109-064758 AM.jpg

    DO Meter
    (Sumber)

    Mengukur jumlah oksigen terlarut di dalam air boiler tidak berbeda dengan pengukuran pH, sama-sama terdapat dua metode yakni secara manual dan otomatis kontinyu. Secara manual kita membutuhkan DO meter yang juga banyak tersedia di pasaran. Yang paling mudah adalah tipe probe. Penggunaannya juga cukup mudah yakni dengan jalan mencelupkan ujung sensor probe DO meter ke dalam sampel air boiler, menunggu hingga temperatur antara probe sensor dengan air sama, dan memastikan air dalam kondisi diam/tidak mengalir.

    20140109-110431 AM.jpg

    DO Meter Tipe Otomatis
    (Sumber)

    Seperti halnya pengukuran pH pada air boiler berkapasitas besar, pengukuran DO juga sedikit berbeda dengan metode manual. Karena boiler berkapasitas besar umumnya telah menggunakan air demineralisasi yang rendah ion. Sehingga dibutuhkan sensor DO yang khusus yang dapat membaca kandungan oksigen terlarut hingga satuan part per billion (ppb). Selain itu sistem sensor juga dilengkapi dengan fasilitas kalibrasi sensor otomatis, yang menggunakan udara bebas sebagai referensi. Dengan ini sistem akan menghasilkan pembacaan DO yang selalu akurat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *