Remembering: Steve Jobs

20111006-080947.jpg

Pagi ini saya mendapat kabar mengejutkan. Berita duka datang dari salah satu perusahaan besar dibidang inovasi teknologi. Apple Inc. Telah ditinggalkan oleh pendirinya Steve Jobs. Beliau meninggal karena kanker pankreas yang telah lama diderita. Meninggal pada usia 56 tahun, dan telah mengejutkan berbagai kalangan.

Saya mengetahui SJ sejak lahirnya iPhone generasi pertama pada tahun 2007. Sebuah ponsel yang bisa saya bilang futuristik pada jaman itu yang telah menjadi nyata. Di saat vendor lain baru fokus pada handset standar yang memvariasikan model dan kualitas suara, saat itu Apple mengeluarkan handset touchscreen pertama dengan tipe kapasitif. Layar sentuh yang bekerja dengan mensensor sentuhan kulit manusia dengan menggunakan sifatnya yang dapat menghantarkan arus listrik. Model ponsel yang saat itu belum pernah terpikirkan oleh vendor manapun.

iPhone berkembang menjadi kiblat bagi berbagai vendor ponsel dunia. Menjadi cracker yang mengubah tatanan dominasi Nokia yang menjadi merk ponsel terlaris pada saat itu. Dengan berbagai aplikasi yang tidak pernah terbayangkan oleh manusia sebelumnya lahir berawal dari iPhone. Menggabungkan musik, hiburan, komunikasi nirkabel, komunikasi teknologi berbasis internet, dan bahkan pada iPhone 4S generasi terbaru Anda dapat "mengobrol" dengannya.

"Mengobrol" dengan iPhone

Berbagai teknologi futuristik yang sebelumnya hanya dapat kita lihat lewat berbagai film bergenre Science Fiction, menjadi kenyataan melalui produk-produk Apple. Mengambil foto dan langsung mengeditnya pada ponsel Anda, mencari judul lagu apa yang sedang Anda dengarkan dengan hanya mendekatkan "telinga" iPhone dengan musik tersebut, merekam video dengan kualitas HD, bahkan pada iPhone 4S Anda dapat mengetik sms dengan berbicara pada handset tersebut, mengecek cuaca hari ini dengan bertanya padanya, mengatur kembali jadwal meeting Anda dengan memerintahkannya, dan mencari restoran favorit hanya dengan bertanya padanya.

Teknologi-teknologi futuristik yang semuanya berawal dari visi seorang visionaris bernama Steve Jobs. Tanpa visinya yang "gila", tidak mungkin ada teknologi-teknologi yang canggih tersebut.

Melalui tulisan ini saya ingin mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya Om Steve. Karena karyanya, saya bisa menulis hampir keseluruhan tulisan di blog ini hanya dengan menggunakan iPhone 3Gs. Dan semoga saya, dan lebih banyak manusia yang meninggal dengan meninggalkan karya-karya hebat, bermanfaat, dan berkah seperti beliau. Ammiin...

Berikut adalah sebuah buku biografi Steve Jobs yang mungkin Anda tertarik untuk membelinya:

_______________
Post from the 3Gs

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *