Pengertian Supercritical Steam

Pengertian Supercritical Steam -- Supercritical steam adalah salah satu bentuk fase air yang memiliki tekanan di atas 22,1 MPa dan temperatur lebih dari 374°C (tekanan dan temperatur di atas titik kritis), dimana antara fase cair dengan uap tidak dapat dibedakan. Uap superkritis mampu menembus sela-sela benda padat seperti gas, tapi juga mampu melarutkan material seperti sifat cairan. Pada kondisi superkritis, perubahan sedikit saja pada tekanan atau temperatur, akan menghasilkan sifat-sifat uap yang jauh berbeda. Hal ini menjadikan uap superkritis memiliki variasi sifat-sifat yang luas, yang dapat diaplikasikan ke banyak kebutuhan.

Pengertian Supercritical Steam

Mengacu pada diagram fase air, nampak bahwa fase air liquid dengan supercritical tidak memiliki fase transisi selayaknya uap saturasi yang menjadi fase transisi antara air liquid dengan superheated steam. Pada air superkritis, semua perbedaan antara liquid dan uap seakan tersamarkan. Pada fase ini, uap tidak akan bisa dikondensasi hanya dengan meningkatkan tekanan lingkungan.

Sifat khas lain dari supercritical steam yakni menjadi pelarut yang buruk bagi elektrolit. Fase superkritis sulit untuk membentuk ion. Namun supercritical steam justru menjadi pelarut yang baik bagi molekul non-polar, karena sifat permisifitas relatif yang rendah serta semakin lemahnya ikatan atom hidrogen.

Supercritical steam memiliki sifat yang sangat berbeda dengan air liquid. Uap superkritis menjadi pelarut yang buruk bagi elektrolit, sifat yang berbeda dengan air cair. Tapi justru sebaliknya, uap superkritis justru menjadi pelarut yang baik bagi molekul-molekul organik non-polar. Hal ini dapat terjadi karena uap superkritis memiliki permitivitas relatif yang rendah, serta ikatan hidrogen yang lemah. Viskositas dan dielektrik menurun, dan yang pasti adalah, air tidak memiliki nilI panas laten.

Ikatan hidrogen semakin melemah seiring peningkatan tekanan dan temperatur supercritical steam. Para ilmuwan menyimpulkan ikatan hidrogen tinggal sedikit saja setelah air mencapai tekanan 134 MPa dan suhu 600°C. Namun sekalipun ikatan hidrogen itu ada, secara substansial ia terdistorsi. Sedangkan mengenai apakah uap superkritis bersifat homogen atau heterogen, masih menjadi perdebatan banyak pihak. Sejauh ini, konsensus umum masih menyimpulkan bahwa uap superkritis bersifat heterogen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *