Pengertian Stem Cell dan Fungsinya dalam Pengobatan Modern

Pengobatan Berbasis Stem cell

Dalam satu dekade terakhir pengobatan berbasis stem cell menjadi sangat populer. Sejauh ini pengobatan berbasis stem cell terbukti berhasil dalam penanganan beberapa jenis penyakit, diantaranya adalah penyakit Parkinson dan Huntington. Saya ambil contoh mengenai neuron dopaminergik yang berhubungan erat dengan penyakit Parkinson. Neuron adalah sel saraf dan dopaminergik adalah sifat hormon yang berkaitan dengan penghambatan sekresi prolaktin dari kelenjar hipofisis. Nah, neuron dopaminergik adalah sel saraf yang secara kontinyu mengeluarkan hormon dopamine yang bersifat dopaminergik (prolactin inhibitor).

 photo parkinson 35060.png

Pada penderita Parkinson, neuron dopaminergik telah mengalami kerusakan, akibatnya sekresi prolaktin tidak terkendali dan akibatnya adalah berkurangnya koordinasi antara sel saraf dan otot. Akibatnya muncul berbagai gejala seperti kekakuan otot, gangguan pembuluh darah, bahkan tumor. Dengan teknologi kultur stem cell, para ilmuwan akan menstimulasi stem cell embrionik untuk membentuk neuron dopaminergik yang nantinya akan dicangkokkan ke dalam otak pasien. Sejauh ini metode ini terbukti sangat berhasil untuk meringankan bahkan menyembuhkan para pasien Parkinson.

Perkembangan Pengobatan Berbasis Stem cell

Dewasa ini, perkembangan pengobatan berbasis stem cell semakin pesat dari tahun ke tahun. Selain untuk penyakit-penyakit yang berhubungan dengan saraf, pengobatan jenis ini mulai diarahkan untuk mengobati berbagai organ tubuh yang mengalami kerusakan, kanker, kedua tipe diabetes, dan bahkan HIV!

Aplikasi teknologi stem cell dilakukan di berbagai rumah sakit terkenal di dunia. Salah satu rumah sakit yang menjadi rujukan untuk terapi kanker berbasis stem cell adalah Modern Cancer Hospital Guangzhou di China. Rumah sakit ini telah membangun fasilitas kultur stem cell embrionik berbasis tulang sunsum pasien, yang nantinya akan dimasukkan kembali ke dalam tubuh pasien melalui pembuluh darah vena dan pembuluh arteri hati (dalam kasus sirosis hati). Stem cell yang dimasukkan itu telah mengalami berbagai proses stimulasi yang akan mendorongnya untuk membentuk sel-sel baru yang bebas kanker. Sel-sel baru bebas kanker ini akan melawan dan menyingkirkan sel-sel organ yang telah terkontaminasi sel-sel kanker. Tentunya pengobatan berbasis stem cell akan jauh lebih efektif ketika dikombinasikan dengan terapi lain seperti kemoterapi atau cryosurgery.

Pada tahun 2007, Timothy Ray Brown, seorang warga Amerika Serikat yang tinggal di Jerman , menghebohkan dunia karena setelah menjalani terapi stem cell, dia dinyatakan sembuh dari HIV yang dideritanya selama bertahun-tahun. Para ahli menduga bahwa dalam kasus Brown atau lebih populer dipanggil “Berlin Patient”, sel-sel darah baru hasil terapi stem cell entah dengan cara bagaimana menyingkirkan virus-virus HIV yang dikandung dalam tubuhnya. Walau kesimpulan ini masih sangat prematur namun penelitian masih dilanjutkan dan ini adalah harapan besar bagi kurang lebih 33 juta pasien HIV/AIDS di berbagai belahan dunia.

Perkembangan Terapi Stem cell di Indonesia

Saat ini telah ada 11 rumah sakit di Indonesia yang memiliki fasilitas kultur dan transplatasi stem cell. Penyakit-penyakit yang diatasi oleh 11 rumah sakit itu umumnya adalah penyakit jantung dan radang sendi. Sejauh ini perkembangannya sangat menggembirakan karena terbukti menyembuhkan sekitar 30 pasien di Indonesia.

Kendala dan Harapan

Kendala dalam terapi stem cell bermacam-macam namun paling tidak ada 3 kendala umum yang biasa dihadapi; biaya, kesulitan dalam kultur stem cell embrionik, dan potensi penolakan sel oleh tubuh pasien. Sekarang semakin banyak dikembangkan terapi stem cell oral yang sedikit demi sedikit menggantikan metode injeksi dan transplatasi yang membutuhkan biaya besar. Terapi stem cell oral mampu menekan biaya dan lebih praktis dalam aplikasinya walau belum dapat benar-benar menggantikan metode injeksi dan transplatasi. Bagaimanapun ini adalah harapan besar bagi umat manusia karena telah begitu banyak nyawa melayang akibat penyakit yang tidak dapat disembuhkan dengan metode medis biasa.

 

Referensi: 

One Reply to “Pengertian Stem Cell dan Fungsinya dalam Pengobatan Modern”

  1. 1. Sudahkah pengobatan dengan metoda stem cell diakui oleh masyarakat kedokteran?

    2. Saya memiliki 1 sten dan 2 baloon di jantung saya. Apakah untuk yang akan datang saya bisa menggunakan metoda stem cell jika ada gangguan lagi di jantung saya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *