Saya sudah sedikit menyinggung mengenai excess air pada artikel saya sebelumnya yang berjudul Pembakaran Batubara. Excess air digunakan untuk mengontrol pembakaran batubara di furnace menjadi lebih sempurna.

Ciri pembakaran batubara yang tidak sempurna adalah terbentuknya gas karbon monoksida (CO) di akhir proses pembakaran. Proses pembakaran yang tidak sempurna secara teori kimia merugikan proses pemutusan ikatan hidrokarbon batubara, sehingga energi panas yang dihasilkan tidak maksimal. Energi panas dari proses pembakaran suatu ikatan hidrokarbon akan maksimal dihasilkan jika pembakarannya sempurna, yang ditandai dengan keseluruhan dari atom karbon (C) dari ikatan hidrokarbon membentuk senyawa karbon dioksida (CO2) di akhir proses pembakaran.

Secara teori stoikiometri, kita dapat menghasilkan pembakaran batubara yang sempurna apabila sesuai dengan air fuel-ratio yang dibutuhkan, yakni di kisaran 1:11 sampai dengan 1:28. Dengan excess air di kisaran 1,5% dari berat udara hasil pembakaran (flue gas).

Excess air adalah persentase oksigen dalam fraksi massa yang terkandung di dalam udara hasil pembakaran (flue gas). Dalam usaha untuk mengontrol pembakaran batubara di sebuah PLTU, nilai excess air ini digunakan untuk mengontrol supply udara yang digunakan pada proses pembakaran batubara di furnace. Semakin besar nilai excess air maka hal ini merupakan indikasi pembakaran yang sempurna di dalam furnace semakin baik. Sebaliknya, jika nilai excess air rendah maka hal ini mengindikasikan proses pembakaran yang kurang sempurna. Dan untuk mengatasinya supply udara untuk proses pembakaran perlu ditambah debitnya.

image

Normalnya, excess air di-setting di kisaran 3-5% dari flue gas. Nilai tersebut adalah nilai yang paling optimal ditinjau dari aspek kerugian panas dan jumlah karbon monoksida. Sesuai grafik di atas, semakin tinggi jumlah excess air maka akan semakin rendah jumlah CO yang belum terbakar. Namun sebaliknya, semakin tinggi jumlah excess air maka akan semakin tinggi pula panas hasil pembakaran yang ikut terbawa oleh udara sisa tersebut. Sehingga pengaturan jumlah udara pembakaran harus dikontrol secermat mungkin agar didapatkan kondisi paling optimum.

E-book tentang excess air:
1. Hot tips to rejuvenate old boiler
2. Influence of Fuel-moisture Content and Excess Air on Formation and Reduction of CO and NO in a Fluidized-bed Combustor Fired with Thai Rice Husk
3. Experimental investigations on the formation of excess air in quasi-saturated porous media


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Thank you for visiting!

Subscribe to our Youtube channel to serve you more information & experience