Pengertian Boiler Superheater dan Supercritical

Boiler Superheater

Boiler superheater memproduksi uap air superheated atau kering. Uap air ini menyimpan lebih banyak energi panas daripada uap air saturated (uap air basah), ditandai dengan nilai entalpi yang lebih tinggi. Uap air ysng diproduksi oleh boiler konvensional umumnya hanya mencapai fase saturated, dan pada boiler superheater uap air saturated ini akan dipanaskan lebih lanjut mencapai fase superheated. Selain menyimpan energi panas yang lebih besar, uap air superheater juga menghilangkan sifat basah dari uap saturated sehingga tidak akan terjadi kondensasi yang terlalu cepat di dalam mesin yang menggunakan uap air tersebut.

Keuntungan utama menggunakan boiler superheater dapat mengurangi konsumsi bahan bakar dan air, namun di sisi lain ada biaya tambahan yang diperlukan untuk perawatan yang lebih besar. Tanpa adanya perawatan yang baik pada boiler superheater, resiko keselamatan sangat mungkin terjadi. Karena boiler superheater bekerja pada tekanan dan temperatur yang tinggi, sangat berbahaya bila terjadi kerusakan pipa pada boiler tersebut.

Skema Boiler Superheater

20110820-122843.jpg

Boiler superheater pada awal kemunculannya digunakan pada kereta api uap. Dan selanjutnya banyak dipergunakan untuk kebutuhan pembangkit listrik tenaga uap. Ukurannya pun bergantung pada kebutuhan konsumsi uap air, PLTU dengan desain 640 megawatt misalnya menggunakan boiler superheater dengan produksi uap sekitar 500 kg/detik atau 1800 ton/jam.

Boiler Supercritical

Boiler supercritical banyak digunakan di pembangkit listrik tenaga uap. Boiler ini dinamakan supercritical karena beroperasi pada temperatur kritis, yaitu di atas 3.200 psi atau 220,6 bar. Berbeda dengan boiler superheater yang membutuhkan suatu alat untuk memisahkan antara uap air dengan campuran uap dan air (biasa disebut steam drum), boiler supercritical tidak memerlukannya. Selama proses pembentukan uap air tidak akan terbentuk gelembung-gelembung uap (bubbles), karena tekanan air berada di atas tekanan kritisnya yang masih mungkin terbentuk gelembung uap. Hal ini menyebabkan penggunaan bahan bakar yang jauh lebih sedikit dan efisien, dan selanjutnya mengakibatkan produksi gas buang CO2 menjadi berkurang. Sebenarnya istilah boiler tidak tepat digunakan pada boiler supercritical, karena pada proses pembentukan uap air yang tidak terjadi proses boiling/mendidih di dalamnya. Sehingga boiler supercritical lebih dikenal dengan sebutan supercritical steam generator.

3 Replies to “Pengertian Boiler Superheater dan Supercritical

  1. pertanyaannya kenapa boiler superkritikal masih tetap diserang oleh kelompok greenpeace sepeti yang terjadi psalahs atu PLTU kita di P Jawa

    1. Green peace akan selalu menyerang PLTU berbahan bakar batu bara khususnya.. tidak peduli apakah itu menggunakan Boiler Superheated conventional atau supercritical type..

      Hanya saja bisa dijelaskan bahwa teknologi supercritical memberikan dampak emisi lebih kecil dibandingkan dengan superheated convensional.

      Kalau mau non emisi bisa digunakan Nuclear Boiler, itu benar benar tanpa emisi, tapi masyarakat masih mempertimbangkan risiko lain menggunakan teknologi nuklir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *