Pengertian Beban Resistif, Induktif, dan Kapasitif Pada Jaringan Listrik AC

Sistem rangkaian listrik AC memiliki karakteristik yang berbeda dengan rangkaian DC. Kita mengenal rangkaian listrik AC merupakan jaringan distribusi yang luas yang menghubungkan antara pembangkit tenaga listrik dengan beban-beban listrik seperti rumah-rumah, perindustrian, perkotaan, rumah sakit, dan lain sebagainya. Hal ini tentu sangat berbeda dengan jaringan listrik DC yang kita kenal, yakni yang berukuran kecil-kecil seperti rangkaian elektronik pada televisi, DVD player, atau juga smartphone. Perbedaan penggunaan listrik AC dan DC tersebut karena untuk mendistribusikan listrik dari pembangkit ke daerah yang jauh jaraknya dibutuhkan nilai tegangan listrik yang tinggi untuk mengurangi kerugian distribusi, dan pembangkitan listrik tegangan tinggi lebih mudah dilakukan pada listrik bolak-balik. Sedangkan untuk membangkitkan voltase sangat tinggi pada listrik DC dibutuhkan biaya yang jauh lebih mahal daripada listrik AC. 

 

Sistem Jaringan Listrik AC
(Sumber)

 

Jaringan pada listrik AC memiliki tiga jenis beban listrik yang harus ditopang oleh pembangkit listrik. Ketiga beban tersebut yaitu beban resistif, beban induktif, dan beban kapasitif. Ketiganya memiliki karakteristik yang berbeda satu sama lainnya. 
Beban Resistif

Beban resistif dihasilkan oleh alat-alat listrik yang bersifat murni tahanan (resistor) seperti pada elemen pemanas dan lampu pijar. Beban resistif ini memiliki sifat yang "pasif", dimana ia tidak mampu memproduksi energi listrik, dan justru menjadi konsumen energi listrik. Resistor bersifat menghalangi aliran elektron yang melewatinya (dengan jalan menurunkan tegangan listrik yang mengalir), sehingga mengakibatkan terkonversinya energi listrik menjadi panas. Dengan sifat demikian, resistor tidak akan merubah sifat-sifat listrik AC yang mengalirinya. Gelombang arus dan tegangan listrik yang melewati resistor akan selalu bersamaan membentuk bukit dan lembah. Dengan kata lain, beban resistif tidak akan menggeser posisi gelombang arus maupun tegangan listrik AC.  

  

Gelombang Sinusoidal Beban Resistif Listrik AC

Nampak pada grafik di atas, karena gelombang tegangan dan arus listrik berada pada fase yang sama maka nilai dari daya listrik akan selalu positif. Inilah mengapa beban resistif murni akan selalu ditopang oleh 100% daya nyata. 

8 Replies to “Pengertian Beban Resistif, Induktif, dan Kapasitif Pada Jaringan Listrik AC”

  1. Mau tanya pak, jika beban pada rumah tangga dikondisikan menjadi resistif murni pengaruh apa yang timbul pada tagihan listrik kita? Dan juga apakah barang elektronik di rumah kita menjadi lebih awet?

    1. Umumnya beban listrik rumah tangga cenderung induktif. Sedangkan yang kita bayarkan ke PLN sebenarnya adalah beban total yang merupakan penjumlahan vektor dari beban resistif dengan beban induktif/kapasitif di rumah kita. Jadi jika beban di rumah bisa dikendalikan menjadi murni resistif, maka beban total akan sama dengan besar beban resistif. Ini yang biasanya akan membuat tagihan listrik kita seakan-akan menjadi lebih sedikit.

      Untuk pengaruhnya ke keawetan alat-alat elektronik di rumah tidak ada, sama saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *