Macam-Macam Kromatografi

Sejak diperkenalkan oleh Mikhail Tsvet pada tahun 1901, teknologi kromatografi berkembang semakin luas dan melahirkan berbagai metode baru untuk memecah suatu campuran menjadi komponen-komponen penyusunnya. Sejak saat itu teknologi ini digunakan untuk mengkromatografi berbagai jenis campuran berfase cair, gas, dan juga fluida superkritis (supercritical). Mereka dikromatografi untuk kebutuhan analisis komponen penyusunnya, atau juga untuk kebutuhan produksi.

20140218-074234 PM.jpg

Macam-macam Kromatografi
(Sumber)

Berikut adalah macam-macam kromatografi yang diklasifikasikan berdasarkan prinsip kerjanya:

  1. Column Chromatography
    Kromatografi kolom menjadi tipe yang paling umum digunakan. Ciri khas dari tipe ini adalah penggunaan sebuah tabung kaca kolom dengan diameter 5 hingga 50 mm dan tinggi 5 cm hingga 1 meter sebagai wadah bahan fase stasioner ("bagian yang diam"; baca artikel sebelumnya). Bahan campuran (larutan) masuk melalui sisi atas tabung dan mengalir perlahan melewati bahan stasioner. Zat-zat penyusun campuran akan terpisah berdasarkan kecepatannya mengalir di dalam bahan stasioner. Zat yang paling cepat mengalir akan mencapai bagian outlet tabung terlebih dahulu, dan diikuti dengan zat-zat yang lainnya.

    20140219-114308 AM.jpg

    Kromatografi Kolom
    (Sumber)

    Prinsip kerja column chromatography terletak pada bahan stasioner yang digunakan, yaitu berupa silica gel atau juga alumina. Serupa dengan alumina, silica gel memiliki struktur kimia inti silikon dioksida, dimana atom silikon berikatan dengan oksigen dan membentuk struktur kovalen besar. Selanjutnya pada sisi permukaan struktur silica, setiap atom silikon terikat dengan molekul OH-.

    20140219-040837 PM.jpg

    Struktur Silica Gel Pada Column Chromatography
    (Sumber)

    Katakan sebuah campuran terdiri atas dua komponen zat yang memiliki perbedaan sifat, yang pertama (A) bersifat mudah untuk membentuk ikatan hidrogen, sedangkan yang kedua (B) tidak mudah untuk bereaksi dengan zat lain (dalam kata lain memiliki gaya interaksi van der waals lemah). Jika campuran ini dilewatkan ke dalam kolom kromatografi berisi silica gel, maka zat A akan lebih lambat sampai ke bawah sisi kolom karena zat ini akan bereaksi dengan silica gel membentuk ikatan hidrogen. Sedangkan zat B akan lebih cepat menuju ke sisi bawah kolom karena ia tidak mudah bereaksi dengan silica gel. Perbedaan kecepatan melewati silica gel inilah yang menyebabkan kedua komponen zat tersebut terkromatografi.

  2. Planar Chromatography
    Kromatografi tipe ini tidak jauh beda prinsip dasarnya dengan kromatografi kolom. Yang membedakan adalah bentuk kemasan bahan stasionernya. Jika kromatografi kolom menggunakan bahan stasioner yang berada di dalam tabung kaca memanjang, bahan stasioner kromatografi planar berbentuk lembaran tipis. Lembaran tersebut dapat berupa kertas berbahan dasar selulosa, atau juga lembaran tipis silica dan alumina.

    20140219-095927 PM.jpg

    Prinsip Dasar Planar Chromatografi
    (Sumber)

    Perbedaan lain yaitu kromatografi planar tidak menggunakan gaya grafitasi untuk membuat sampel campuran turun melewati bahan stasioner. Namun tipe planar ini menggunakan gaya kapiler zat penyusun campuran. Semakin kuat komponen campuran untuk berikatan dengan bahan stasioner, bahan tersebut akan semakin mencapai titik tertinggi lembaran stasioner. Dan karena prinsip kerjanya yang sederhana, kromatografi tipe ini lebih banyak digunakan pada laboratorium untuk meneliti zat penyusun dari sebuah campuran.

  3. Size Exclusion Chromatography (SEC)
    SEC adalah kromatografi yang memisahkan suatu campuran berdasarkan ukuran molekul campuran, kemampuan tiap-tiap molekul untuk melewati pori-pori material stasioner menjadi prinsip kerjanya. Molekul campuran yang berukuran besar tidak dapat mempenetrasi pori-pori molekul stasioner, sehingga akan lebih cepat menuju ujung kolom. Sedangkan untuk molekul-molekul berukuran lebih kecil, akan lebih mudah mempenetrasi pori-pori molekul stasioner. Molekul-molekul kecil ini harus melewati permukaan molekul-molekul zat stasioner untuk mengalir, sehingga akan lebih lama untuk sampai ujung kolom.

    20140220-083151 PM.jpg

    Size Exclusion Chromatography
    (Sumber)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *