Komponen-komponen Turbin Uap

Berikut ini akan saya jelaskan lebih rinci beberapa komponen penting dari turbin uap. Sebagai contoh langsung, saya mengambil contoh turbin uap yang digunakan pada PLTU.

1. Stop Valve
Stop valve pada turbin uap berfungsi untuk mengisolasi turbin dari aliran uap air dan juga untuk menghentikan secara cepat supply uap air ke turbin pada kondisi-kondisi tertentu. Semisal pada suatu PLTU terjadi kehilangan beban listrik dari PLN (load rejection), secara cepat stop valve akan menutup dalam hitungan sepersekian detik. Hal ini berguna untuk menghindari overspeed pada turbin akibat adanya uap air yang masuk ke turbin tetapi tidak ada beban listrik pada generator. Stop valve membuka akibat kerja dari aktuator hidrolik dan menutup secara cepat oleh pegas.

2. Control Valve
Control Valve berfungsi untuk mengontrol aliran uap air yang masuk ke dalam turbin uap sesuai dengan beban yang ada. Pada PLTU control valve pada turbin uap bukaannya tergantung oleh besar beban listrik yang ada di generator.

3. Aktuator Elektrohidrolik pada Stop dan Control Valve
Aktuator untuk stop dan control valve pada turbin uap PLTU menggunakan prinsip "fail-safe". Artinya, valve-valve tersebut membuka oleh aktuator hidrolik dan menutup oleh tenaga dari pegas. Perbedaan aktuator antara stop valve dan control valve yaitu pada stop valve tidak perlu menggunakan sensor posisi valve seperti pada control valve. Pada stop valve hanya menggunakan semacam sensor limit switch.

Prinsip Kerja Aktuator Hidrolik dengan Pegas

20110812-110748.jpg

4. Jalur Extraction Steam dan Check Valve-nya
Extraction Steam adalah uap air yang diambil dari stage-stage tertentu pada turbin uap yang digunakan untuk berbagai hal, seperti preheating air (feedwater sebelum masuk boiler, sistem sealing turbin, sistem sootblower, dan lain sebagainya.

Pada jalur pipa extraction steam wajib dipasang check valve untuk mencegah aliran balik dari uap air dan air. Semisal pada kasus load rejection di atas, aliran balik air yang masuk ke dalam turbin, terutama pada sisi turbin superheater akan menyebabkan diferensial temperatur yang terlalu besar sehingga resiko terjadinya patah (crack) sangat mungkin terjadi.

Swing Check Valve dan Power Assisted Swing Check Valve

20110812-111858.jpg

20110812-111906.jpg

Check valve yang digunakan yaitu jenis Swing Check Valve dan Power Assisted Swing Check Valve. Swing Check Valve membuka akibat perbedaan besar tekanan uap air. Dan pada saat terjadi perubahan aliran uap air (seperti saat terjadi load rejection) check valve ini akan menutup akibat dari berat valve itu sendiri. Sedangkan Power Assisted Swing Check Valve menggunakan aktuator tambahan pada saat valve menuju posisi menutup, untuk terbuka valve ini tidak perlu menggunakan aktuator, tetapi terbuka karena perbedaan tekanan dari uap air di pipa tersebut.

5. Bearing
Turbin uap dilengkapi oleh bearing sebagai bagian untuk mengurangi gesekan antara poros (bagian yang berputar) dengan casing/stator (bagian yang diam). Bearing dilengkapi dengan fluida pelumas / oli yang bersirkulasi dan bertekanan. Untuk mengkompensasi gaya berat dari turbin digunakanlah journal bearing, sedangkan untuk mengkompensasi gaya aksial yang timbul akibat aliran uap air di dalam turbin, digunakanlah thrust bearing. Bearing-bearing ini digunakan untuk mengunci gerakan rotor pada arah aksial dan radial.

6. Hydraulic Turning Gear
Adalah suatu mekanisme untuk memutar rotor dari turbin pada saat start awal atau pada saat setelah shut down untuk mencegah terjadinya distorsi/bending akibat dari proses pemanasan atau pendinginan yang tidak seragam pada rotor. Sistem ini menggunakan sebuah motor hydromatic yang tenaga putarnya berasal dari sistem hidrolik bertekanan tinggi.

7. Balance Piston
Balance Piston pada turbin uap berfungsi untuk mengkompensasi timbulnya gaya aksial akibat aliran dari uap air. Komponen ini banyak meringankan kerja dari thrust bearing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *