Definisi Senjata Nuklir dan Klasifikasinya

Perang nampaknya menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Setiap era dalam kehidupan manusia memiliki berbagai perangnya sendiri. Perang dalam berbagai era memiliki inti yang sama yaitu kehancuran namun yang membedakan adalah teknologi yang digunakan. Perang pada era Mesir kuno tentu berbeda dengan Perang Dunia ke 2 pada era 1940-an. Perbedaannya terletak pada teknologi yang digunakan dan tentu saja kehancuran yang dihasilkan. Perang Dunia ke 2 telah membawa manusia ke dalam sebuah era dimana banyak senjata pemusnah masal yang diciptakan dan dikembangkan.

Senjata pemusnah masal memiliki banyak ragam dan dapat dibagi menjadi tiga bagian besar, yaitu senjata nuklir, biologi, dan kimia. Tiga jenis senjata pemusnah masal ini memiliki efek yang sangat menghancurkan dan sesuai namanya mampu membunuh jutaan manusia dalam satu siklus serangan. Dalam artikel ini, saya akan membahas mengenai senjata nuklir yang sangat ditakuti oleh umat manusia. Sebagian dari kita tentu tidak mengerti apa sebenarnya yang dimaksud dengan senjata nuklir dan sering menyamaratakan semua senjata nuklir dengan istilah “bom atom”.

Definisi dan Pembagian Senjata Nuklir

Senjata nuklir adalah senjata yang mendapat tenaganya dari reaksi nuklir yang mana adalah reaksi yang melibatkan inti atom (nuclei). Secara umum, senjata nuklir dapat dibagi menjadi tiga bagian besar; senjata nuklir fisi, senjata nuklir fusi, dan senjata nuklir kombinasi fisi dan fusi. Senjata nuklir fisi ditenagai oleh reaksi fisi nuklir dan senjata nuklir fusi ditenagai oleh reaksi fusi nuklir, sedangkan senjata nuklir kombinasi ditenagai oleh kombinasi antara reaksi fisi dan fusi nuklir.

Senjata Nuklir Fisi

Senjata nuklir fisi biasa disebut dengan bom atom. Energi yang digunakan dalam senjata nuklir fisi murni berasal dari inti atom. Bagaimana prinsip kerjanya? Seperti namanya, senjata ini memanfaatkan reaksi fisi nuklir dimana inti atom terpecah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil sembari melepaskan foton dan neutron dalam bentuk sinar gama, dan tentu tidak lupa energi yang sangat besar! Agar reaksi fisi terjadi, diperlukan sebuah keadaan dimana massa material yang digunakan mencapai tingkat superkritis (supercritical mass). Supercritical mass adalah massa material yang memungkinkan untuk menghasilkan reaksi nuklir berantai (reaksi pembelahan inti atom beruntun).

 photo Senjata-Nuklir 1 35122.jpg

Secara umum terdapat dua metode untuk menghasilkan supercritical mass. Metode pertama adalah dengan menabrakkan sebutir bahan sub-critical ke bahan sub-critical lainnya untuk membentuk kepadatan massa tertentu yang mampu memicu pembelahan inti atom berantai. Sedangkan metode kedua menitikberatkan pada pemampatan butiran-butiran sub-critical hingga mencapai kepadatan massa tertentu yang mampu memicu pembelahan inti atom berantai. Metode kedua lebih maju dan memungkinkan digunakannya plutonium sebagai unsur yang memperkaya uranium sebagai bahan dasar reaksi fisi. Material yang umum digunakan dalam senjata nuklir fisi adalah Uranium-235 dan Plutonium-239. Jumlah energi maksimal yang dihasilkan dari reaksi fisi nuklir adalah setara 500 ribu kiloton TNT. Contoh paling terkenal dari senjata nuklir fisi tentu saja adalah bom atom yang dilepaskan Amerika Serikat di Hiroshima dan Nagasaki pada tahun 1945.

Senjata Nuklir Fusi

Senjata nuklir fusi bekerja dengan cara yang berbeda. Perbedaannya adalah jika reaksi fisi nuklir merupakan reaksi nuklir dari pembelahan inti atom, maka reaksi fusi nuklir adalah reaksi nuklir yang berasal dari penggabungan atau peleburan dua atau lebih inti atom menjadi atom baru yang bermassa lebih kecil dari inti-inti atom penyusunnya. Persamaannya adalah sama-sama menghasilkan energi yang sangat besar; bedanya adalah energi yang dihasilkan pada reaksi fusi nuklir tidak memiliki batasan. Senjata nuklir fusi biasa disebut dengan senjata termonuklir atau bom Hidrogen karena reaksi fusi nuklir yang digunakan adalah reaksi fusi nuklir yang menggabungkan isotop-isotop hidrogen seperti deuterium dan tritium. Contoh paling terkenal dari senjata nuklir fusi adalah bom Tsar (Tsar Bomba) yang dibuat oleh Uni Soviet. Tsar Bomba mampu melepaskan energi setara 50 juta ton TNT! Kita bisa lihat perbedaannya dalam hal energi yang dilepaskan.

 photo perbandingan kekuatan antara senjata nuklir 35124.jpg

Senjata Nuklir Kombinasi Fisi dan Fusi

Dalam aplikasi jenis senjata nuklir ini, reaksi fusi diaplikasikan untuk memperbesar “yield ledakan nuklir fisi”. Apa yang dimaksud dengan yield ledakan nuklir? Yang dimaksud dengan yield disini adalah jumlah energi yang dilepaskan pada saat senjata nuklir diledakkan. Selain yield ledakan kita juga mengenal “yield to weight ratio”. Yield to weight ratio adalah perbandingan antara yield dengan massa material nuklir yang digunakan; biasanya satuan yang digunakan adalah megatons/ton. Senjata nuklir kombinasi fisi dan fusi menggunakan material nuklir non-reaktif seperti U-238 dan Th-232. Contoh terkenal dari senjata nuklir kombinasi fisi dan fusi adalah boosted fission weapon.

 photo skema boosted fission weapon 35123.jpg

Demikian garis besar dari pembagian senjata nuklir. Selama ini kita sering menyamakan setiap senjata nuklir dengan sebutan bom atom. Dengan artikel ini saya harap kita dapat membedakan dan memahami senjata-senjata nuklir dalam pemahaman yang sederhana.

Referensi: 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *