Prinsip Kerja Hyperloop

Tak banyak orang mengenal apa itu hyperloop. Hyperloop adalah sebuah konsep transportasi umum super cepat masa depan, dengan jalur khusus berupa pipa raksasa, serta sebuah kapsul berpenggerak kompresor. Konsep kendaraan umum ini diklaim mampu melaju lebih dari 1000 kilometer per jam. Bisa dibayangkan dengan kecepatan tersebut jarak Jakarta-Surabaya dapat ditempuh tidak sampai satu jam perjalanan darat.
 photo hyperloop 1.jpg

Isu mengenai hyperloop semakin berkembang sejak Elon Musk, CEO Tesla Motors dan SpaceX, berencana mewujudkan mode transportasi futuristik ini secepat mungkin. Musk bersedia menginvestasikan dana untuk membangun prototype jalur hyperloop sepanjang 5 kilometer, sesuai dengan rancangan desain yang dibuat oleh tim ET3 Global Alliance sejak 1997. Bahkan kabar terakhir yang dirilis oleh Popular Science menyebutkan bahwa dalam hitungan beberapa minggu ke depan, prototype jalur hyperloop sepanjang 5 mil akan segera dibangun di California, Amerika Serikat.

 photo HyperLoop_TestTrack2_QVCA_copyright__c__2015_omegabyte3d.0.jpeg
Ilustrasi Prototype Jalur Hyperloop yang akan Dibangun di California

Lalu apa dan bagaimana sebenarnya cara kerja hyperloop ini? Salah satu yang "mahal" dari hyperloop adalah konstruksi jalur yang tidak konvensional, dan bahkan bisa dibilang satu yang paling futuristik. Jalur khusus ini berbentuk pipa dengan penampang bulat penuh dan menggunakan bahan baja. Lingkungan di dalam pipa raksasa ini dibuat mendekati vakum. Kevakuman inilah yang terpenting, sebab dengan tipisnya kepadatan udara di dalam pipa akan sangat-sangat memperkecil gesekan antara kapsul dan udara di dalam pipa tersebut. Hal inilah yang membuat kapsul mampu melaju super kencang.
 photo Hyperloop-interior-layout.jpg

Kapsul sebagai bagian yang bergerak, tersusun atas beberapa bagian penting yakni kompresor di depan, nozzle di bawah dan samping kapsul, baterai di bawah atau dapat pula di belakang, serta bagian tengah yang tentu saja untuk ruang penumpang atau kargo. Konsep menariknya adalah, udara tipis yang berada di depan kapsul akan dihisap oleh kompresor, lalu dikeluarkan ke beberapa bagian kapsul terutama sisi bawah untuk menciptakan lapisan udara bertekanan sehingga kapsul akan selalu berjarak 0,5 hingga 1,3 milimeter dari pipa baja. Selain itu udara bertekanan digunakan pula sebagai daya dorong kapsul dengan cara menghembuskannya ke sisi belakang kapsul.
 photo hyperloop.jpg

Dengan konsep sesederhana itu, hyperloop diklaim akan mampu mencapai kecepatan hingga 760 mil per jam atau setara 1220 km per jam. Kecepatan tersebut melampaui kecepatan pesawat terbang komersil yang rata-rata terbang dikecepatan 900 km per jam. Tak hanya itu, para penumpang hyperloop akan mengalami hentakan percepatan hingga 0,5 g atau setengah kali percepatan gravitasi, setara dua hingga tiga kali hentakan saat pesawat terbang melakukan take off maupun landing.

Referensi: Wikipedia: Hyperloop, Popular Science, Diseno Art

Perbedaan Oli Sintetis dan Oli Mineral

Manakah yang lebih baik, oli sintetis ataukah oli mineral? Pertanyaan ini menjadi pertanyaan wajib bagi para pemilik kendaraan bermotor yang sangat peduli dengan performa kendaraan bermotor milik mereka. Banyak dari mereka belum paham apa itu oli mineral dan apa itu oli sintetis. Tidak jarang pula gara-gara termakan promosi yang "wah", menghabiskan dana tidak sedikit untuk membeli oli sintetis, tetapi performa kendaraan tidak sebanding dengan harga yang dibayarkan. 

Oli mineral diberi nama "mineral" karena bahan baku pembuatannya adalah minyak bumi hasil tambang (mine/mining). Minyak mentah petroleum melewati beberapa proses seperti sedimentasi, destilasi, penyaringan, dan penambahan zat aditif, untuk mendapatkan pelumas oli mineral. Sedimentasi adalah proses pengendapan untuk memisahkan pengotor-pengotor seperti air, tanah, batu, atau pengotor padat lainnya yang sangat mungkin bercampur dengan minyak mentah. Proses destilasi bertujuan untuk memisahkan campuran molekul-molekul hidrokarbon pada minyak mentah menjadi komponen-komponennya seperti bensin, solar, avtur, dan juga oli, dengan jalan memanaskan minyak mentah tersebut hingga suhu 700°F. Dari proses destilasi inilah didapatkan bagian untuk bahan baku pelumas oli yang tentu saja tidak bisa digunakan langsung sebagai pelumas. Bahan baku oli tersebut harus melewati proses filtrasi lagi serta yang terpenting adalah penambahan zat aditif.

 photo image1.jpg

Penambahan zat aditif dilakukan karena banyak sekali sifat-sifat alami pelumas oli mineral yang justru berbahaya jika digunakan untuk pelumas, seperti menggumpal pada temperatur rendah, rusak pada temperatur tinggi, mudah teroksidasi, dan lain sebagainya. Untuk memahami mengenai penambahan zat aditif silahkan kunjungi artikel berikut.

Oli sintetis pertama kali dikembangkan di Jerman semasa perang dunia pertama, karena mereka ingin mengurangi penggunaan sumber minyak bumi yang semakin sulit didapat bagi mereka. Saat itu Jerman dipimpin oleh Dr. Hermann Zorn berhasil membuat 3500 jenis campuran ester berbeda untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar dan pelumas mereka, dengan menggunakan bahan organik dari buah-buahan.

Oli sintetis semakin berkembang pada perang dunia kedua di saat Amerika Serikat dan Jerman sadar bahwa menggunakan oli sintetis memiliki banyak kelebihan. Oli sintetis memudahkan pilot menyalakan mesin pesawat tempur mereka sekalipun pada kondisi cuaca ekstrim. Sejak masa itulah oli sintetis terus dikembangkan dan diproduksi oleh berbagai merk pabrikan.

Banyaknya kelebihan oli sintetis membuat pengembangan oli tipe ini menjadi sangat intens. Oli sintetis awalnya dibuat murni dari bahan-bahan non minyak bumi, namun sekarang banyak dikembangkan oli mineral dengan grade yang dapat dikatakan menyamai oli sintetis. Oli sintetis disepakati termasuk ke dalam grade API Grup IV jika molekul penyusunnya adalah polyalphaolefin, dan dikatakan masuk ke dalam grade API Grup V jika disusun oleh molekul selain polyalphaolefin. Sedangkan oli mineral dengan kualitas mendekati atau bahkan menyamai oli sintetis termasuk ke dalam grade API Grup III. Secara global, oli mineral dengan API Grup III juga dikatakan pula sebagai oli sintetis sekalipun pembuatannya menggunakan bahan baku minyak bumi.

Memilih Oli Mesin yang Tepat untuk Mobil Anda

Sistem pelumasan pada sebuah kendaraan memegang faktor penting dalam menjaga kelangsungan serta daya tahan mesin kendaraan tersebut. Secanggih-canggihnya teknologi mesin, akan percuma keberadaannya jika mesin tersebut tidak diberikan oli yang tepat. Oleh karena itu sangat penting untuk memilih oli yang tepat agar mesin mobil tetap awet dan dalam kondisi yang optimal. Jika salah pilih, tak hanya kinerjanya jadi tidak optimal, namun juga bisa membawa kerusakan.

Jalan paling mudah dan aman memilih oli mesin terbaik untuk kendaraan Anda adalah dengan mengikuti petunjuk pabrik. Tetapi disini kami mencoba memberi pemahaman akan dasar dalam memilih oli mesin terbaik untuk mobil Anda. Hal ini dikarenakan beberapa pengendara entusias menginginkan lebih terhadap kendaraan kesayangannya.

 photo 20130403_040624_20130403_OliDiesel-01_zps8wbuzdoa.jpg


Sistem pelumasan oli mesin mobil:

Tujuan sistem pelumasan oli mesin mobil, yaitu:

  1. Memberikan perlindungan pada part-part mesin yang bergerak / berputar terhadap aus akibat gesekan.
  2. Merupakan sarana pendinginan part-part mesin yang tidak terjangkau oleh saluran sistem pendinginan mesin biasa (dengan media air / coolant).
  3. Mencegah part-part mesin terhadap karat / korosi, akibat racun / limbah kimia hasil proses pembakaran di ruang mesin.

Agar semua tujuan di atas tercapai, maka sistem pelumasan harus memberikan perlindungan total terhadap part-part mesin yang bergerak/berputar dalam bentuk selubung tipis pelumasan/full film lubrication yang hanya dapat dicapai dengan tersedianya asupan oli bersih (sudah tersaring), secara konstan. Untuk itu di dalam sistem pelumasan, selain ada oli pelumas juga terdapat: pompa oli, filter oli dan saluran-saluran oli yang menyebar ke seluruh bagian mesin.

Perbedaan Oli Mineral dan Oli Synthetic:

Oli mineral, merupakan hasil turunan dari proses penyulingan fraksional minyak bumi dan ketersediannya cukup melimpah sehingga harga jualnya relatif murah. Oli jenis ini terdiri dari unsur alam seperti alkaline dan cyclic paraffin. Sebelum ditemukan pengembangan oli sintetik, oli mineral sempat mendominasi pasar pelumas mesin.

Oli mineral hanya cocok digunakan untuk pelumasan mesin-mesin lawas dengan biaya operasional murah dan juga mudah meninggalkan kerak / deposit di mesin, maka untuk memperbaiki performanya, perlu dicampur dengan zat-zat aditif, misalnya: viscosity index improver, deterjen, dispersant, anti oksidasi, anti karat, anti gesekan, anti buih, dll. Selain itu didalam pemakaiannya harus lebih sering diganti dengan yang baru mengingat range pemakaian oli ini + 2,500KM jarak pakai.

Oli sintetik, dibuat melalui rekayasa kimia untuk menciptakan pelumas dengan kualitas tinggi, dengan rantai hidrokarbon berikatan kuat (tidak terpengaruh temperatur rendah maupun tinggi), serta ukuran molekul yang seragam. Pelumas semacam ini secara alami tidak tersedia di alam, maka dari itu disebut produk hasil sintesa/synthetic atau oli sintetik.

Oli ini mampu bekerja dengan baik pada temperatur kerja tinggi atau sangat rendah, serta memiliki kemampuan menghasilkan endapan / deposit yang sangat kecil, mengingat tingkat kemurniannya yang sangat tinggi. Kemampuan oli sintetik yang tinggi, menyebabkan tidak diperlukannya lagi zat-zat aditif, misalnya deterjen. Dengan demikian dapat menjamin keawetan mesin yang lebih baik, sebanding dengan harganya yang jauh lebih mahal.

Oli full sintetik, bila bahan yang dipakai adalah 100% oli sintetik, memiliki range pemakaian hingga 7,500 KM jarak pakai.

 photo oliolio copy_zpsmahgvgzd.jpg

Oli mineral dan oli sintetik dapat bercampur dengan baik, sehingga di pasaran dikenal juga produk oli semi sintetik, yaitu: campuran / blending antara 30% oli sintetik dengan 70% oli mineral. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan manfaat-manfaat baik / benefit dari oli sintetik, tapi dengan harga yang masih terjangkau. Range pemakaian oli ini + 5,000 KM jarak pakai.

Oli sintetik selalu disarankan untuk mesin dengan teknologi terbaru (turbo, supercharger, DOHC, dll) yang membutuhkan sistem pelumasan yang lebih baik (racing) dimana celah antar part lebih sempit (presisi). Pada mesin dengan ber-'spesifikasi tinggi' inilah, fitur oli sintetik dibutuhkan secara optimal. Karena pembuatan komponen mesin dilakukan dengan presisi tinggi, mesin jenis ini juga tidak memerlukan masa adaptasi antar komponen, sehingga tidak dibutuhkan lagi oli mineral saat mesin masih baru.

Jadi jika Anda mengunakan mesin kendaraan produksi 2001 keatas dan mengharapkan performa mesin maksimal, disarankan untuk memilih oli sintetik sebagai pelumas kendaraan Anda, baik itu oli semi sintetik (campuran dengan oli mineral) atau oli full-sintetik. 

Spesifikasi oli:

Yang sering dijumpai di pasaran adalah spesifikasi berdasarkan standard kekentalan dan standard mutu oli. Untuk standard kekentalan oli, umumnya digunakan SAE (Society of Automotive Engineers) Viscosity Grades, sedangkan untuk standard mutu oli, umumnya digunakan API (American Petroleum Institute) Classifications, sbb:

SAE Viscosity Grade:

Standard ini untuk menunjukkan mutu suatu oli, tapi untuk membedakan antara single grade dengan multigrade oil. Pada SAE Viscosity Grade terdapat 2 seri angka. Seri pertama ditandai dengan huruf W/Winter (musim dingin), yang menunjukkan tingkat kekentalan oli pada suhu dingin. Tingkat kekentalan peringkat W adalah berdasarkan pada kekentalan maksimum pada suhu rendah, yang tidak lain merupakan suhu maksimum tingkat kekentalan oli terhadap kemampuan pemompaannya dan kekentalan minimum pada suhu 100oC. Misal: SAE 10W. Seri kedua tanpa huruf W. Tingkat kekentalan tanpa peringkat W adalah berdasarkan hanya pada kekentalan pada suhu 100oC. Misal: SAE 30. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada tabel berikut.

 photo Tangkapan layar 2015-09-02 23.04.55_zpstjvszzxy.png
Semakin encer oli pelumas, maka SAE Viscosity Grade semakin kecil, dan sebaliknya. SAE Viscosity Grade paling rendah: 0W, berarti oli pelumas encer seperti air. Sebagai gambaran, oli pelumas dengan SAE Viscosity Grade 0W sering digunakan untuk mobil-mobil balap yang membutuhkan tarikan instant dari mesin-mesin brutal dan bengis. Tapi tetap perlu diingat oli pelumas dengan SAE Viscosity Grade yang semakin kecil, berarti harganya semakin mahal.

API Classifications:

Menunjukkan kriteria-kriteria/syarat mutu yang harus dipenuhi oleh oli pelumas, agar dapat memenuhi standard mutu tertentu sesuai tuntutan kemajuan teknologi mesin dan permesinan. Semakin kesini kriterianya semakin banyak dan kompleks, yang berarti kualitas oli semakin tinggi.

Terdapat 2 kelas dalam API, yaitu:

Kelas S (Services), untuk mesin yang dinyalakan dengan busi / mesin bensin / SI (Spark Ignition) engine. Untuk menentukan oli pelumas yang sesuai dengan mobil Anda, pastikan dulu kode API Service terhadap tahun produksi mobil Anda.

Contoh: untuk mobil bensin produksi diatas tahun 2004, terbaik gunakan oli pelumas dengan API Service SM atau SN mengac pada ilustrasi secara sederhana berikut:

Kelas C (Commercial), untuk mesin diesel.

Misal:

CJ-4, 2006 Severe-Duty Diesel Engine Service. Kadar S / sulfur dari BBM <<0.05%.

C-4, 1994 Severe-Duty Diesel Engine Service. Kadar S / sulfur dari BBM 0.05% s/d 0.5%.

CF, 1994 Indirect-Injected Diesel Engine Service. Kadar S / sulfur dari BBM >> 0.5%.

CF-4, 1990 Diesel engine service.

Dst.

 photo Tangkapan layar 2015-09-02 23.01.15_zpsa2sygwtv.png

KESIMPULAN

Memilih oli yang mampu memenuhi kebutuhan karakter mesin mobil yang dikendarai sehari-hari, merupakan hal yang susah-susah gampang. Diperlukan sebuah eksperimen kecil-kecilan dengan mencoba beberapa merk, sampai ditemukan oli mesin apa yang paling pas dengan karakter mesin mobil Anda. Oli yang tepat bagi kendaraan Anda adalah oli yang dapat memberikan performa paling baik, keawetan mesin paling tinggi, serta harga yang paling masuk akal. Jangan sampai Anda membuang-buang uang Anda dengan membeli oli berspesifikasi tinggi, namun sebenarnya performa mesin yang dihasilkan sama saja dengan oli dengan harga yang lebih terjangkau.

Namun jika Anda tidak mau ribet dengan memilih oli mana yg paling tepat untuk kendaraan anda, maka cara paling mudah dan aman tentu dengan mengikuti petunjuk pabrik. Pabrikan mobil telah melakukan riset dan pengujian panjang untuk menentukan spesifikasi sebuah oli. Itu sebabnya oli genuine yang sudah dipilih atau dikeluarkan oleh pabrikan mobil itu akan cocok dengan berbagai kondisi di pengendaraan yang wajar.

 

 

Sumber:

otomotipsntricks

malezone

API service

Motor oil rate

Motor oil viscosity