Pengeboran minyak bumi sudah dilakukan oleh manusia selama lebih dari satu setengah abad. Diawali oleh Edwin Drake di tahun 1859 yang menggali sumur minyak pertama kalinya di Titusville, Pennsylvania, Amerika Serikat. Sejak saat itu minyak bumi diolah menjadi kerosin yang digunakan untuk kebutuhan penerangan.

Pesatnya kemajuan industri otomobil sejak awal abad 20, mendorong industri tambang minyak bumi juga ikut terdongkrak. Produksi minyak bumi di sekitar tahun 1990 adalah sebanyak 150 juta barel di seluruh dunia, meningkat pesat menjadi satu juta barel di tahun 1925.

Naiknya produksi minyak bumi di dunia didukung pula dengan inovasi teknologi pengeboran minyak. Satu teknologi yang paling tua dan paling banyak digunakan ketika itu adalah Rotary Drill, yang diperkenalkan pertama kali di tahun 1880. Teknologi ini menggunakan alat bor besar yang berputar menggali ke dalam tanah.

Rotary Drill baru awal dari berbagai inovasi teknologi pengeboran minyak yang selanjutnya banyak tercipta di abad 20. Inovasi-inovasi tersebut meningkatkan efisiensi dalam proses produksi minyak bumi.

Berikut adalah teknologi-teknologi pengeboran modern minyak bumi yang lain:

  1. Pengeboran Lepas Pantai

Sebelum pengeboran lepas pantai ditemukan, pengeboran minyak bumi sudah dilakukan di tepi laut sejak tahun 1880. Teknologi ini lalu berkembang hingga mampu melakukan pengeboran lepas pantai pertama kalinya di tahun 1947.

Sejak itu teknologi ini berkembang terus, hingga selanjutnya mengadaptasi penggunaan kendaraan robot jarak jauh untuk kebutuhan penyelaman. Teknologi robot ini menjadi keuntungan tersendiri karena menyelam di dasar laut sangat berbahaya jika dilakukan oleh manusia.

2. Hydraulic Fracturing

Teknologi hydraulic fracturing atau biasa dikenal dengan fracking, berhasil melakukan disrupsi terhadap industri minyak bumi dengan membuat harganya turun drastis di pertengahan tahun 2010-an. Namun ternyata teknologi ini sebenarnya sudah mulai dikembangkan di tahun 1940-an.

Teknologi fracking ini memungkinkan untuk lebih efektif mengambil cadangan minyak bumi di sumur-sumur minyak yang terpisah-pisah oleh struktur bebatuan sempit. Struktur bebatuan tersebut memiliki celah sempit yang jika disedot langsung menggunakan teknologi lama, tidak akan didapatkan aliran minyak bumi yang kencang.

Hydraulic fracturing menggunakan campuran air dengan cairan kimia tertentu untuk diinjeksikan dengan tekanan tertentu ke struktur bebatuan yang memerangkap cadangan minyak bumi, sehingga terbentuk pecahan atau celah (fracture) yang ratusan meter lebih besar. Untuk mencegah pecahan ini kembali ke posisi semula, digunakanlah cairan propan yang campuran dari fluida khusus, pasir, dan pelet. Dengan ini, minyak bumi yang terperangkap akan dengan mudah dipompa ke permukaan.

3. Pencitraan Seismik

Dahulu, menemukan sumur minyak cukup sederhana, hanya dengan mencari tanah yang mengeluarkan gelembung-gelembung minyak. Ketika itu cukup mudah menemukannya karena masih banyak sumur-sumur minyak yang dekat dengan permukaan tanah. Namun tentu cara ini sangat kuno, dan tidak bisa digunakan untuk menemukan cadangan minyak yang tersembunyi jauh di dalam tanah.

Satu inovasi yang juga sangat berpengaruh di dunia pengeboran minyak bumi, adalah teknologi pencitraan seismik 3 dimensi. Teknologi ini menggunakan prinsip gelombang suara yang dipantulkan oleh berbagai jenis permukaan material ke berbagai arah. Sinyal suara yang dipancarkan oleh sumber diarahkan ke target, yang kemudian pantulan gelombangnya ditangkap oleh alat khusus bernama geofon. Dengan proses komputerisasi canggih, pantulan suara tadi bisa diterjemahkan menjadi bentuk citra 3 dimensi yang mewakili kondisi sasarannya. Sistem akan mengarahkan operator alat ini untuk bergeser ke lokasi tertentu yang pencitraannya belum tertangkap dengan sempurna.

Namun teknologi pencitraan 3 dimensi ini sebenarnya hanya mengurangi jumlah pengeboran awal untuk membuktikan adanya sumur minyak bumi saja. Sebab pencitraan seismik belum bisa membedakan mana itu cairan minyak bumi, atau fluida lain. Perlu pembuktian lebih lanjut dengan pengambilan sampel jika dengan menggunakan citra sesimik ada dugaan telah ditemukan cadangan minyak bumi baru.

4. Teknologi Measurement-While-Drilling

Teknologi Measurement-While-Drilling (MWD) berusaha menjawab tantangan agar jika digabungkan dengan teknologi pencitraan seismik bisa lebih efektif. Teknologi MWD ini mengijinkan operator untuk mendapatkan informasi secara langsung tentang peqngeboran yang ia lakukan. Informasi-informasi yang bisa ia dapatkan antar lain temperatur, tekanan di dalam tanah, kepadatan, resonansi magnetik yang ditimbulkan oleh bebatuan di area pengeboran, dan lain sebagainya. Teknologi ini sangat penting terutama bagi operator pengeboran, karena ia bisa tahu apakah pengeboran yang ia lakukan efektif sekaligus aman dari bahaya ledakan maupun kerusakan alat.

Satu teknologi di dalam MWD yang mungkin sangat menarik adalah cara sensor yang ada di ujung bor, mengomunikasikan informasi yang didapatkan ke permukaan. Alih-alih menggunakan kabel yang tentu tidak bisa disematkan di alat bor raksasa, MWD menggunakan metode Mud Pulse Telemetry.

Sesuai namanya , Mud Pulse Telemetri memanfaatkan lumpur yang dipompakan ke bawah untuk menangkap debu-debu pengeboran. Nah, lumpur ini ketika sampai di bagian khusus sensor dibuat membentuk pola pulse kode binari dalam bentuk suara, yang selanjutnya ketika ditangkap oleh sensor dipermukaan akan diterjemahkan lagi ke banyak fungsi.

5. Pengeboran Horisontal

Satu kelebihan dari teknologi MWD adalah kemampuan operator untuk bisa mengarahkan ujung bor ke arah manapun sesuai data yang ia terima secara real-time. Dan pengembangan teknologi MWD ini tentu saja kemampuan untuk mengebor secara horisontal. Teknologi pengeboran horisontal ini sangat penting karena lebih banyak sumur minyak bumi yang jika hanya ditambang secara vertikal kurang efektif karena membutuhkan waktu yang lebih lama.

Teknologi pengeboran horisontal sebenarnya sudah ada sejak tahun 1929, namun ketika itu masih sangat mahal sehingga secara keekonomisan kurang efektif. Baru ketika ditemukannya teknologi MWD di tahun 1980-an, teknologi pengeboran horisontal ini semakin luas dipakai.


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *